oleh Griselda Tri Elika, Nabilatul Fitri Yana, Moh. Hairul Anam, Erika Octaviani P.A, Mohammad Sugi Hartono, Nada Kamila, Mahsyaris Alverro Rizqi Syahdianra, Rifka Afdalia, Anisatul Jannah, Rifqi Alfairus Alhamdani, Qurrotul A’yun Sufyan, Alya Munawwaroh, Rani Bagos Ghafiqie, Aisya Qonita Safarina, Aurina Adis Wira, Nadira Resma Ratna Hapsari, Moh. Akbar Adhiyanto, S.H, Yasmin Camilia Felizha, Satria Aprilindho Saddam Saputra, Anggita Febrianti, Najla Fatina Feyljannah, Naya Sahra Eka Fahira, R. Ichwani Iqbal Ananda Yasman, Al Farizi Putra Brilian, Hikmatul Maghfiroh, Rona Zahro Romadhoni, Mochamad Nazam Novaruddin, Nanda Resma Karunia Firdaus, Moh. Nouvaldy, Madania Khalifah, Nafiza Ulyatussilmi, Farida, Afif Rayhan, Siti Sumariyah, Aulia Nur Anisa, Noer Faradila Chintya Bella, Sitti Suaidah, Diandra Anysha · Fiksi [FK]
Riuh dalam Sunyi menjadi gambaran bahwa di balik halaman-halaman yang tampak sunyi, terdapat begitu banyak suara yang hidup. Suara dari 38 penulis terpilih dalam Kelas Intensif Kepenulisan “Aku Bercerita” yang diselenggarakan oleh Komunitas Mandhâlâ Sènom.
Melalui beragam cerpen yang terangkum di dalamnya, para penulis menghadirkan kisah tentang kehidupan, harapan, hubungan antarmanusia, kegelisahan, hingga hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian. Setiap cerita memiliki warna, sudut pandang, dan cara bertuturnya sendiri.
Antologi ini mempertemukan beragam suara dalam kisah-kisah yang memiliki warna dan maknanya masing-masing. Sebab, terkadang cerita yang paling sederhana justru menyimpan sesuatu yang begitu dekat dengan kehidupan kita. Di antara riuhnya cerita, semoga pembaca menemukan satu suara yang terasa akrab, satu kisah yang menyentuh, atau bahkan sepotong dirinya sendiri.
Buku ini tercatat resmi di sistem DPSBN Detak Pustaka.