oleh Muhammad Yusuf Maulana · Non Fiksi [NFK]
Mungkin di tengah dunia yang terlalu bising ini, manusia bukan kehilangan teman, mereka juga kehilangan tempat untuk pulang. Pada akhirnya, manusia tidak akan mampu terus hidup di tengah kebisingan, tanpa pernah berbicara dengan dirinya sendiri, muhasabah, dan memperbaiki diri.
Keramaian memang dapat membuat seseorang lupa sejenak kepada luka dan kegelisahannya. Namun, ia tidak menyembuhkan. Ia hanya menunda percakapan antara manusia dan hatinya. Sebab, hati sekeras apa pun, meskipun manusia mencoba mengabaikannya, tetap ingin didengar.
Barangkali karena itulah Allah menciptakan malam yang tenang, langit yang sunyi, dan saat-saat ketika manusia merasa sendiri. Agar ia berhenti sejenak dari dunia yang berlari terlalu cepat, lalu kembali mengenal siapa dirinya. Marilah kita bersama menjadi umat terbaik yang bersama mengajak kepada yang makruf dan mencegah pada yang mungkar. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita.
Buku ini tercatat resmi di sistem DPSBN Detak Pustaka.