oleh Jangkung Sido sentosa · Pendidikan & Referensi [PDR]
Susi berhenti sekolah karena trauma perundungan. Malik Sah, yatim piatu sejak belia, terjebak karena pengalaman kerjanya tak diakui negara secara hukum. Johan Setiawan mempertaruhkan nyawa di negeri orang demi selembar pengakuan yang tak pernah ia dapatkan di tanah sendiri. Tiga kisah ini membuka pertanyaan besar: mengapa jutaan pendidik nonformal, tutor pinggiran desa, dan pembelajar dewasa harus berjuang lebih keras hanya untuk diakui setara di mata hukum? Ketimpangan itulah yang membawa perjuangan mereka melangkah sampai ke Mahkamah Konstitusi. Merangkai kisah personal dengan kebijakan sertifikasi guru, Rekognisi Pembelajaran Lampau, wajib belajar 12 tahun, hingga tata kelola PKBM, buku ini adalah potret nyata bagaimana negara diuji untuk hadir bagi warganya yang paling sering dilupakan. Sebuah ajakan untuk melihat pendidikan bukan dari podium statistik, melainkan dari mata mereka yang berjuang mendapatkan haknya kembali.
Buku ini tercatat resmi di sistem DPSBN Detak Pustaka.